Kutukan Aswatama Karena Tidak Takut Kematian
Aswatama anak dari Guru Drona (gurunya Pandawa dan Kurawa) merasa senang karena telah berhasil membunuh kelima putra Pandawa dalam kedaan tidur. Aswatama pergi menemui Duryudhana di akhir kematiannya, kemudian mengatakan kabar gembira telah berhasil membunuh 5 Pandawa. Duryudhana senang mendengarkan kabar tersebut, dan mati dengan penuh kepuasan.
Aswatama mengira yang dibunuh tersebut adalah Pandawa, ternyata kelima putra Pandawa. Aswatama dikenal sebagai sosok orang bodoh yang tidak bisa menggunakan kemampuannya. Kesalahan Aswatama membunuh putra Pandawa dilakukan pada malam hari di kamp perkemahan Pandawa. Dalam keadaan gelap Aswatama menyelinap masuk dan membunuh kelima putra Pandawa yang dikira Pandawa.
Ketika Aswatama hendak memberikan upacara kematian kepada Duryudhana, Pandawa datang menemui Aswatama. Dikiranya sudah mati ternyata ada didepannya, Aswatama kaget dan kebingungan ternyata yang dibunuh Putra Pandawa. Pertarungan Aswatama dengan kelima Pandawa berlangsung sengit, Nakula berhasil menghunuskan pedangya di perut Aswatama. Anehnya pedang tersebut dicabut kembali oleh Aswatama, dan berkata aku tidak bisa mati.
Aswatama berniat menghancurkan dinasti kuru, dengan membunuh keturunannya yaitu anak Abimanyu dan Utari yang masih dalan kandungan. Aswatama memanggil senjata Brahmastra (senjata peledak) untuk membunuh janin di kandungan Utari. Senjata tersebut meluncur dari langit pas mengenai Utari, Subadra dan Panchali (Drupadi) panik melihat kejadian tersebut.
Krisna marah kepada Aswatama namun tidak ada rasa ketakutan sedikitpun dari diri Aswatama. Kematian ayahnya sendiri Guru Drona dan sahabatnya Duryudhana tidak ada alasan lagi bagi Aswatama untuk hidup di dunia, Aswatama menyuruh Pandawa dan Krisna untuk membunuhnya.
Krisna menganggap kejahatan Aswatama melebihi kejahatan Kurawa termasuk Duryudhana, Sangkuni, Dursasana, dan Karna, karena dengan keji membunuh semua keturunan Pandawa termasuk kandungan Utari. Krisna mengeluarkan senjata Cakra Baskara (bentuknya seperti gear bergerigi) dilempar mengenai kening Aswatama.
Aswatama langsung tersungkur ke tanah, dan Krisna mengutuknya tidak bisa mati (berumur panjang), tubuhnya akan membusuk, setiap pori-pori kulit akan mengeluarkan darah dan cairan empedu, sehingga dijauhi orang-orang. Setiap ketemu orang maka akan mengutuknya, namun tidak bisa mati. Setiap kali Aswatama berdoa untuk mati tidak akan mati, itulah kutukan Krisna.

Posting Komentar untuk "Kutukan Aswatama Karena Tidak Takut Kematian"