Naggala Senjata Pusaka Milik Baladewa (Balarama)
Baladewa (Balarama) adalah saudara dari Basudewa Krisna, meskipun bersaudara tetapi warna kulit mereka tidak sama. Baladewa agak hitam dan Krisna putih, namun keduanya sama-sama sangat sakti. Krisna mempunyai senjata Cakra sedangkan Baladewa mempunyai senjata pusaka bernama Nanggala. Wujud Nanggala menyerupai bajak sawah yang terbalik, konon ceritanya senjata ini mampu membelah gunung dan melelehkan besi baja.
Dalam wicarita Mahabarata, Duryudana dan Bima pernah belajar gada kepada Baladewa. Murid kesayangan Baladewa adalah Duryudana, meskipun begitu dalam perang Kurukshetra Balarama berada pada posisi netral meskipun pernah dibujuk Sangkuni untuk memihak Kurawa.
Disaat akhir kematian Duryudana, Baladewa marah kepada Bima karena dinilai Bima berbuat curang dengan meremukkan paha Duryudana. Memang dalam aturan pertandingan gada yang boleh diserang adalah bagian perut ke atas, namun karena sumpahnya kepada Drupadi ingin meremukkan kaki Duryudana, maka Bima menghantamkan Gadanya dan remuklah pahanya sampai jatuh tersungkur di tanah.
Baladewa mengeluarkan pusaka Nanggala dari tangan kanannya, yang disertai petir. Kemudian Krisna menjelaskan kepada Baladewa, bahwa Bima terlanjur mengucapkan sumpah kepada Drupadi untuk membalaskan dendam saat dihina sebagai budak saat kekalahannya Yudhistira bermain dadu dan Drupadi sebagai taruhan.
Sepanjang hidupnya Baladewa dikenal sebagai sosok yang keras kepala, tempramen dan cepat marah, namun bila merasa salah cepat meminta maaf. Setelah perang Kurukshetra selesai dan dimenangkan pihak Pandawa, Baladewa menjadi penasihat kerajaan Hastinapura yang dipimpin Parikesit, keturunan putra Arjuna, yaitu Abimanyu dan Utari.

Posting Komentar untuk "Naggala Senjata Pusaka Milik Baladewa (Balarama)"